Cintai aku hari ini (repost)

Cintai Aku Hari Ini
Juni 29, 2007 oleh ari abdillah
Hari ini mungkin akan ada tangis lagi. Walau sampai habis air mata, tapi tak mengapa. Karena aku mengiba cinta.
Pernah merasakan kerinduan yang teramat sangat? Kerinduan untuk mendapatkan cinta. Saat itu seolah hati merana tak berjiwa. Seperti hampa. Tak berdaya. Namun kehidupan ini memaksanya untuk tetap ada.
Kemarin, saya melihat seorang anak menangis di hadapan ibunya. Ia sepupu saya sendiri. Beberapa menit sebelum tangisannya, si ibu memarahinya. Dan hampir juga memukuli. Baru kutahu bahwa si ibu telah meninggalkannya seharian penuh. Entah ke mana. Ia ditinggal di rumah hanya berdua dengan pembantu. Seperti biasa setiap kali ibunya pergi. Ibunya berkata, ia makin hari makin nakal. Baginya, bila ia telah sanggup menyampaikan rasa, hari itu ia rindu ibu.
Setiap diri kita pasti butuh cinta. Dan kebutuhan itu terlihat nyata dari perilaku kita, ataupun tersembunyi lewat kata. Entah dinyatakan secara jelas, entah sekedar tersirat hadirnya. Mungkin pula hanya berupa rasa rindu yang menggelora tanpa kuasa meminta. Cinta itu fitrah adanya.

Beberapa waktu lalu, saya pernah berselisih dengan seorang sahabat yang telah saya kenal semenjak sepuluh tahun lamanya. Menurut saya, ia telah melakukan kesalahan, dan saya menegurnya. Menurutnya, ia hanya mengikuti kata hatinya, dan tak rela atas teguran saya.
Saat itu saya berpikir, kalau hari itu tak saya tegur ia, maka saya telah berdosa karena telah membiarkannya larut dalam perasaannya sedang ia tak memperhatikan lagi batas perilakunya. Saya tak lagi sempat berpikir bahwa mungkin saja ia telah salah menangkap maksud saya. Padahal saya hanya ingin memberitahunya sesuatu, bahwa saya cinta. Semua perkataan saya, adalah cinta saya kepadanya.
Seringkali tak sanggup diri kita untuk memperhatikan lagi rambu-rambu dalam bercinta. Oleh sebab perasaan itu telah kuat adanya. Otak ini serasa beku tak kuasa, sedang hati telah terguratkan olehnya.
Ada seorang istri yang marah pada suaminya. Setiap kalimat yang keluar darinya, tak lain hanyalah cercaan belaka. Ia berkata, tak lagi ada rasa percaya. Kita yang mendengarnya, mungkin akan berpikir bahwa ia tak lagi cinta. Tetapi nyatanya tak seperti itu. Sebab waktu akan membuktikan bahwa rasa itu tetap ada. Saat suaminya jatuh sakit, terlihat dari kecemasannya. Saat suaminya terlelap lelah dalam tidurnya, ia memperhatikan dan setia di sampingnya.
Kadangkala, kalimat yang kita ucapkan tak melulu mewakili perasaan yang sebenarnya. Seringkali hati lah yang bisa berbicara, namun mulut ini tak sanggup mengutarakannya. Keinginan untuk dicintai itu telah terpendam jauh di pelosok kalbu.
Kepada manusia, kita telah melakukan apa saja untuk mendapatkan cinta. Dari ayah dan ibu kita, teman dan sahabat, suami, anak, istri, dan siapa saja yang dekat dengan diri kita.
Kepada Sang Pencipta, apakah kita berlaku hal yang sama? Andaikan begitu lemah kita menyampaikan rasa, bagaimana kita meminta kepada-Nya? Bukankah segala pinta tersampaikan lewat doa?
Walau hanya sebatas satu kalimat yang terlantunkan dari hati,
Ya Allah, cintai aku hari ini…
DH. Devita

pantaskah kita masuk syurga..

Wahai Umat Islam, Pantaskah Kita Masuk Syurga
Penulis: Bayu Gautama

 Sholat dhuha cuma dua rakaat, qiyamullail (tahajjud) juga hanya dua rakaat, itu pun sambil terkantuk-kantuk. Sholat lima waktu? Sudahlah jarang di masjid, milih ayatnya yang pendek-pendek saja agar lekas selesai. Tanpa doa, dan segala macam puji untuk Allah, terlipatlah sajadah yang belum lama tergelar itu. Lupa pula dengan sholat rawatib sebelum maupun sesudah shalat wajib. Satu lagi, semua di atas itu belum termasuk catatan: “Kalau tidak terlambat” atau “Asal nggak bangun kesiangan”. Dengan sholat model begini, apa pantas mengaku ahli ibadah?Padahal Rasulullah dan para sahabat senantiasa mengisi malam-malamnya dengan derai tangis memohon ampunan kepada Allah. Tak jarang kaki-kaki mereka bengkak oleh karena terlalu lama berdiri dalam khusyuknya. Kalimat-kalimat pujian dan pinta tersusun indah seraya berharap Allah Yang Maha Mendengar mau mendengarkan keluh mereka. Ketika adzan berkumandang, segera para sahabat meninggalkan semua aktivitas menuju sumber panggilan, kemudian waktu demi waktu mereka habiskan untuk bersimpuh di atas sajadah-sajadah penuh tetesan air mata.

Baca Qur’an sesempatnya, itu pun tanpa memahami arti dan maknanya, apalagi meresapi hikmah yang terkandung di dalamnya. Ayat-ayat yang mengalir dari lidah ini tak sedikit pun membuat dada ini bergetar, padahal tanda-tanda orang beriman itu adalah ketika dibacakan ayat-ayat Allah maka tergetarlah hatinya. Hanya satu dua lembar ayat yang sempat dibaca sehari, itu pun tidak rutin. Kadang lupa, kadang sibuk, kadang malas. Yang begini ngaku beriman?Tidak sedikit dari sahabat Rasulullah yang menahan nafas mereka untuk meredam getar yang menderu saat membaca ayat-ayat Allah. Sesekali mereka terhenti, tak melanjutkan bacaannya ketika mencoba menggali makna terdalam dari sebaris kalimat Allah yang baru saja dibacanya. Tak jarang mereka hiasi mushaf di tangan mereka dengan tetes air mata. Setiap tetes yang akan menjadi saksi di hadapan Allah bahwa mereka jatuh karena lidah-lidah indah yang melafazkan ayat-ayat Allah dengan pemahaman dan pengamalan tertinggi.
Bersedekah jarang, begitu juga infak. Kalau pun ada, dipilih mata uang terkecil yang ada di dompet. Syukur-syukur kalau ada receh. Berbuat baik terhadap sesama juga jarang, paling-paling kalau sedang ada kegiatan bakti sosial, yah hitung-hitung ikut meramaikan. Sudah lah jarang beramal, amal yang paling mudah pun masih pelit, senyum. Apa sih susahnya senyum? Kalau sudah seperti ini, apa pantas berharap Kebaikan dan Kasih Allah?
Rasulullah adalah manusia yang paling dirindui, senyum indahnya, tutur lembutnya, belai kasih dan perhatiannya, juga pembelaannya bukan semata milik Khadijah, Aisyah, dan istri-istri beliau yang lain. Juga bukan semata teruntuk Fatimah dan anak-anak Rasulullah lainnya. Ia senantiasa penuh kasih dan tulus terhadap semua yang dijumpainya, bahkan kepada musuhnya sekali pun. Ia juga mengajarkan para sahabat untuk berlomba beramal shaleh, berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya.
Setiap hari ribut dengan tetangga. Kalau bukan sebelah kanan, ya tetangga sebelah kiri. Seringkali masalahnya cuma soal sepele dan remeh temeh, tapi permusuhan bisa berlangsung berhari-hari, kalau perlu ditambah sumpah tujuh turunan. Waktu demi waktu dihabiskan untuk menggunjingkan aib dan kejelekan saudara sendiri. Detik demi detik dada ini terus jengkel setiap kali melihat keberhasilan orang dan berharap orang lain celaka atau mendapatkan bencana. Sudah sedemikian pekatkah hati yang tertanam dalam dada ini? Adakah pantas hati yang seperti ini bertemu dengan Allah dan Rasulullah kelak?
Wajah indah Allah dijanjikan akan diperlihatkan hanya kepada orang-orang beriman yang masuk ke dalam surga Allah kelak. Tentu saja mereka yang berkesempatan hanyalah para pemilik wajah indah pula. Tak inginkah kita menjadi bagian kelompok yang dicintai Allah itu? Lalu kenapa masih terus bermuka masam terhadap saudara sendiri?
Dengan adik tidak akur, kepada kakak tidak hormat. Terhadap orang tua kurang ajar, sering membantah, sering membuat kesal hati mereka, apalah lagi mendoakan mereka, mungkin tidak pernah. Padahal mereka tak butuh apa pun selain sikap ramah penuh kasih dari anak-anak yang telah mereka besarkan dengan segenap cinta. Cinta yang berhias peluh, air mata, juga darah. Orang-orang seperti kita ini, apa pantas berharap surga Allah?
Dari ridha orang tua lah, ridha Allah diraih. Kaki mulia ibu lah yang disebut-sebut tempat kita merengkuh surga. Bukankah Rasulullah yang sejak kecil tak beribu memerintahkan untuk berbakti kepada ibu, bahkan tiga kali beliau menyebut nama ibu sebelum kemudian nama Ayah? Bukankah seharusnya kita lebih bersyukur saat masih bisa mendapati tangan lembut untuk dikecup, kaki mulia tempat bersimpuh, dan wajah teduh yang teramat hangat dan menyejukkan? Karena begitu banyak orang-orang yang tak lagi mendapatkan kesempatan itu. Ataukah harus menunggu Allah memanggil orang-orang terkasih itu hingga kita baru merasa benar-benar membutuhkan kehadiran mereka? Jangan tunggu penyesalan.
Astaghfirullaah …

“Follow Me” by: John Denver

Follow Me by: John Denver

It’s by far the hardest thing I’ve ever done
To be so in love with you and so alone

Follow me where I go what I do and who I know
Make it part of you to be a part of me
Follow me up and down all the way and all around
Take my hand and say you’ll follow me

It’s long been on my mind
You know it’s been a long, long time
I’ve tried to find the way that I can make you understand
The way I feel about you and just how much I need you
To be there where I can talk to you
When there’s no one else around

Follow me where I go what I do and who I know
Make it part of you to be a part of me
Follow me up and down all the way and all around
Take my hand and say you’ll follow me

You see I’d like to share my life with you
And show you things I’ve seen
Places that I’m going to places where I’ve been
To have you there beside me and never be alone
And all the time that you’re with me
We will be at home

Follow me where I go what I do and who I know
Make it part of you to be a part of me
Follow me up and down all the way
Take my hand and I will follow you

KEBIASAAN

Disuatu sore Ayah mengajak anak remajanya yang agak nakal dan mempunyai kebiasaan-kebiasaan buruk untuk berjalan-jalan dihutan sekitar perkebunan mereka. “Engkau melihat pohon itu? Cobalah engkau mencabutnya,” kata sang Ayah sambil menunujuk pada salah satu pohon kecil dipinggir hutan.
Dengan segera anak remaja itu berlari dengan satu tangan saja mencabut pohon kecil itu. Mereka terus berjalan dan kali ini sang ayah menunjuk sebuah sebuah pohon yang sudah agak besar . “Sekarang coba cabut pohon itu. Dengan segera pula si anak remaja mencabut pohon itu, tetapi kali ini tidak dengan satu tangan. Ia harus mencabutnya dengan kedua tangannya.
Setelah berjalan beberapa langkah lagi sang Ayah menunjuk sebuah pohon cemara yang cukup besar. “Sekarang Ayah mau engkau mencabut pohon itu.” Dengan kaget anak remaja itu menjawab, “Yang benar saja Ayah, itu kan besar dengan seluruh kekuatanku pun aku tak dapat mencabutnya. Pohon itu hanya dapat ditebang dengan Buldozer.”
“Benar katamu,” jawab sang Ayah. Mereka kemudian duduk berdua dipinggir Hutan. “Sekarang dengar,” kata sang Ayah memulai pelajarannya. Sesuatu yang belum terlalu lama dibiarkan, masih bisa dihilangkan dengan mudah. Seperti ketika engkau mencabut pohon kecil tadi dengan satu tanganmu. Tetapi kebiasaan yang sudah agak lama dibiarkan, masih bisa dihilangkan tetapi dengan usaha dan kerja keras, seperti ketika engkau mencabut pohon kedua dengan kedua tanganmu.
Sedangkan kebiasaan yang sudah mendarah daging karena sudah dibiasakan dan dipelihara, akan sangat sulit menghilangkannya kecuali dengan pertolongan Allah Swt. Maka belajarlah segera membuang hal-hal yang tidak berkenan kepada Allah dan jangan membiasakan dirimu melakukan
kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik.
 (sumber : milis irfan seeds)
~~~
Sahabatku, banyak hal yang merupakan kebiasaan buruk. Kita tahu hal itu tidak benar tetapi kita membiasakan diri melakukannya tanpa merasa berdosa. Kita tahu hal itu tidak benar tetapi kita membiasakan diri melakukannya tanpa merasa berdosa.
Kebohongan, ketidakjujuran, kesombongan, kedengkian, kemalasan, perselisihan, judi, mabuk-mabukan, perzinahan dan lain-lain. Semakin lama kebiasaan itu akan tumbuh dengan suburnya sehingga kita sulit menghilangkannya.
Hanya anda saja yang tahu kebiasaan buruk apa yang sedang Anda biarkan bertumbuh didalam dirimu saat ini. Jangan biarkan sampai berakar. Sebaliknya, biasakanlah diri Anda melakukan kebiasaan-kebiasaan yang baik, yang terpuji dan yang manis dihadapan Allah. Jika anda membiasakan diri dengan hal-hal ini, maka Anda akan melihat betapa itu akan bertumbuh dengan subur, berakar dengan kuat dan berbuah lebat.
Terimakasih telah membaca cerita ini.. semoga bermanfaat…

KISAH TENTANG PEMBERIAN

Suatu ketika, hiduplah sebuah keluarga yang sederhana. Mereka tak kaya, walaupun juga tidaklah miskin. Pada suatu malam, saat keluarga itu sedang bersiap untuk makan, ada sebuah ketukan di pintu depan rumah mereka. Sang Ayah lalu menghampiri pintu itu, dan membukanya.
Disana, berdiri seorang pria tua, yang berpakaian kumuh, dengan celana yang koyak, dan baju dengan beberapa buah kancing yang hilang. Pria itu rupanya penjual buah-buahan. Ia bertanya apakah keluarga itu membutuhkan hidangan penutup. Sang Ayah segera mengiyakan, sebab, ia ingin agar pria itu segera pergi.
Namun, lama kemudian, hubungan itu menjadi semakin erat.
Setiap minggu, pria tua itu selalu membawakan sekeranjang buah-buahan pada keluarga tadi. Dan keluarga itu juga selalu membelinya. Keluarga itu juga menyadari, ternyata pria tua itu juga hampir buta, akibat katarak yang di deritanya. Tetapi, pria tua itu begitu bersahabat, sehingga, keluarga itu pun menyadari bahwa, ia orang yang menyenangkan. Dan mereka selalu menantikan kehadiran pria dengan keranjang buah itu.
Suatu hari, saat hendak menyampaikan buah-buahan, pria tua itu berkata, “Aku punya anugrah yang sangat besar kemarin. Aku menemukan sekeranjang pakaian yang ditinggalkan seseorang buatku di depan rumah. Rupanya, ada yang ingin memberikan keranjang itu buatku.”
Keluarga tadi, yang yakin bahwa pria itu sangat membutuhkan pakaian, lalu berujar, “Ya, bagus sekali. Anda pasti senang sekali dengan anugrah itu.”
Pria tua yang hampir buta itu lalu berkata lagi, “Namun, anugrah terbesar yang aku dapatkan adalah, aku menemukan keluarga lain yang lebih patut menerimanya daripadaku.
(author unknown)
Sahabatku, ini adalah sebuah cermin buat kita. Cermin dimana kita bisa berkaca, dan memahami, bahwa, terlalu sering kita merasa tak cukup dengan semua pemberian Allah. Terlalu sering, kita berpikir, bahwa, kitalah yang paling berhak untuk di tolong, yang paling cocok, untuk mendapatkan pemberian.
Kita, kadang terlalu serakah, terlalu tamak dengan semua anugrah yang Allah berikan buat kita. Seakan-akan, semua yang kita dapatkan, HANYALAH, buat kita sendiri. Padahal, kita semua tahu, dalam setiap anugrah yang kita dapatkan, terselip juga hak-hak orang lain. Dan, akibat ketamakan itu, kitapun kadang enggan untuk berbagi. Enggan untuk menyampaikan anugrah itu kepada yang lebih patut, dan lebih berhak menerimanya.
Saya jadi teringat, kata-kata Pak Mario Teguh, saat ditanya, “Kenapa ada orang yang selalu merasa kurang dan kurang?”, kemudian jawab beliau kurang lebih “Orang yang berhak merasa kurang, adalah mereka yang suka memberi, karena dia ingin memberikan sesuatu yang bermanfaat sebanyak-banyaknya kepada mereka yang membutuhkan”

FAKTA DIBALIK KISAH THE BEATLES

 

1. Paul mccartney pertama membeli bas gitar seharga 30 mark hamburg.

 

2. Tak ada seorangpun dari anggota the beatles yang percaya bahwa mereka berempat bakal terkenal sebagai pemusik. Ringo sebenarnya malah berambisi menjadi pemilik salon potong rambut.

 

 

3. Ketika the beatles tampil di adelaide, 1964, sekitar 300.000 penggemarnya bergerombol di luar hotel tempat menginap. Mereka menunggu dengan penuh harap bahwa george, paul, ringo, dan john bakal muncul.

 

4. Ketika the beatles merilis hey jude (1968), para eksekutif di perusahaan rekamannya mengaku cemas. Singel berdurasi 7 menit itu dianggap kepanjangan untuk diputar di radio. Artinya, susah jadi hit. The beatles kemudian memotongnya sebagian.

 

5. Lirik ‘mother mary’ yang ada dalam lagu ‘let it be’, bukanlah terilhami dari sosok bunda Maria. Melainkan nama ibu paul sendiri, mary, yang suatu ketika pernah datang dalam mimpinya.

 

6. Ketika naskah film ‘help!’ ditulis, the beatles meminta agar beberapa syutingnya dilakukan di kepulauan bahama dan austria. Jadi, itung-itung liburan!

 

7. Pada 1967, promotor sid berstein dari new york membayar the beatles 1 juta dolar untuk sekali konser. Pada 1976, sid memperkirakan bakal meraup keuntungan 230 juta dolar, kalau saja the beatles mau konser. Tapi, tentu saja mereka keburu bubar.

 

 

8. Pada 1985, kaset dan cd the beatles terjual sampai di atas 1 milyar keping, seperti yang tercatat pada the guinness book of records.

 

9. Tak sampai dua minggu setelah dirilis di amerika, ‘i want to hold your hand’ menjadi lagu the beatles pertama yang menduduki peringkat atas. Di new york, hanya dalam tempo satu jam, terjual 10.000 kopi.

 

10. Ketika the beatles untuk pertama kalinya tampil di televisi amerika, dalam acara ‘the ed sullivan show’ yang disaksikan oleh sekitar 73 juta pemirsa, mereka mengaku sangat gelisah. Ketika produsernya bermaksud menginformasikan jumlah tersebut, personel the beatles menutup kuping. “nanti aja bilangnya”, kata mereka.

 

11. Instrumen pertama paul mccartney adalah terompet, sebelum kemudian pindah ke gitar. “saya kan nggak mau menyanyikan rock and roll dengan benda itu tersumpal di mulut”, alasannya.

 

12. Sesudah konser di kansas, 1964, manajer mereka menjual tempat tidur berikut bantal bekas the beatles seharga 750 dolar.

 

13. Pada tanggal 14 juni 1965, paul mccartney merekam ‘yesterday’. Sementara the beatles, pada saat bersamaan, merekam ‘i’m down’ dan ‘i’ve just seen a face’. Semuanya hanya memakan waktu 8 jam!

 

14. Masih ingat lagu ‘a day in the life’ yang ada suara peluitnya itu? John memang menyusupkan suara peluit yang nyaring itu (15 kilosaikel). Suara itu sengaja diperuntukkan para anjing, yang konon bakal blingsatan kalo mendengarnya.

 

15. Judul album ‘abbey road’ semula adalah ‘mount everest’. Gara-gara geoff emerick, seorang engineer, hobi berat merokok sigaret merek everest.

 

16. Para kritisi musik kondang abad ke-20 berkomentar tentang karya the beatles. Majalah melody maker menulis tentang ‘she loves you’. Lalu the new york times menulis tentang ‘sgt pepper’s lonely hearts club band’. Sementara paul johnson, kritisi new statesman mengkritik, “mereka yang ngefans berat saat the beatles sedang jaya-jayanya, adalah orang-orang yang paling beruntung. Tapi mereka (penggemar the beatles) itu sebenarnya bodoh,

pemalas, dan orang-orang yang gagal”.

 

17. Lagu ‘lucy in the sky with diamonds’ bukanlah diilhami oleh lsd, seperti yang pernah diributkan. John lennon menulis lagu tersebut setelah anaknya, julian, pulang dari sekolah (playgroup) dengan membawa lukisan buatannya sendiri. Obyek lukisannya adalah seorang teman ceweknya, bernama lucy o’donnel. John lalu bertanya pada julian “apa maksud gambar itu?” julian lantas menjawab “it’s lucy, in the sky. With diamonds.”

 

18. Harga tiket masuk pertunjukan the beatles di shea stadium, 1965, adalah 5 dolar, plus 4� sen pajak federal dan 25 sen pajak pemerintah daerah. Pada konser pertama, yang ditonton oleh 56.000 orang, the beatles menyanyikan 12 lagu dalam tempo 30 menit. Setelah itu mereka kabur.

19. Pada tanggal 6 juli 1957, diadakan pesta dansa di gereja st. Peter di woolton, liverpool, inggris. Untuk masuk ke sana, harus membeli tiket seharga dua shilling (=10 penny). Di situlah untuk pertama kalinya john lennon bertemu dengan paul mccartney. Dan legenda the beatles pun lahir.

 

20. Tahun 1995 lalu, para pengusaha amerika sempat menawari paul, george, dan ringo, sebuah proyek besar dengan bayaran 33.330.000 dolar per orang. Ini jika ketiganya bersedia tampil dalam 10 konser seputar amerika. Tentunya dengan bendera the beatles.namun mereka menolaknya dengan alasan, the beatles nggak bisa manggung tanpa kehadiran john lennon. Sayang, padahal kalo diitung-itung, setiap menit dari konser yang rencananya berdurasi 90 menit itu, mereka bisa menghasilkan uang 37.036 dolar per orang. Dahsyat!

 

21. Konon, di era 1960-an The Beatles diwajibkan membayar pajak yang nilainya lebih dari 100%. Artinya, mereka membayar pajak untuk bisa bekerja.

 

22. Untuk mencapai efek berada di dalam air untuk lagu, John Lennon bernyanyi dengan cara menempelkan mulutnya pada microfon. Agar tak terkena aliran listrik, microfon tersebut dibungkus kondom. Sayangnya, hasil rekaman unik ini kemudian dibuang.

 

23. Sepanjang kariernya, satu-satunya personil The Beatles yang paling banyak menerima surat dari penggemarnya adalah Ringo Starr.

 

24. Di bagian akhir lagu A Day in the Life ada suara peluit yang tak terdengar oleh telinga manusia. Suara peluit ultrasonik ini adalah ide Paul McCartney karena ia ingin mempersembahkan lagu ini untuk Martha, anjing kesayangannya.

 

25. Lagu berjudul Yesterday milik The Beatles tercatat sebagai lagu yang paling banyak direkam ulang. Sampai saat ini ada sekitar 2.500 versi dari lagu ini.

 

26. Selama berkarier di dunia musik Paul McCartney sempat menggunakan banyak nama samaran termasuk Paul Ramone, Bernard Webb, A. Smith, Apollo, Vermouth, Country Hams, Percy ‘Thrills’ Thrillington“, dan The Fireman.

 

27. Pada bulan Januari 2002, lagu milik George Harrison yang berjudul My Sweet Lord berhasil menggeser lagu milik Aaliyah yang berjudul More Than A Woman di posisi pertama tangga lagu. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, lagu milik orang yang sudah meninggal menggeser lagu milik orang yang juga sudah meninggal.

 

28. Tahun 1996, Ringo Starr muncul sebagai bintang iklan untuk saus apel di Jepang. Uniknya, dalam bahasa Jepang, Ringo memang berarti saus apel.

 

29. Paul McCartney menciptakan lagu Hey Jude untuk menghibur Julian Lennon karena pada saat itu John Lennon memutuskan untuk menceraikan Cynthia, ibu Julian.

 

30. Meski memang ada seorang perempuan bernama Eleanor Rigby di Liverpool, namun bukan dia yang menjadi inspirasi terciptanya lagu Eleanor Rigby. Judul lagu tersebut betul-betul hanya imajinasi Paul belaka.

 

31. Nama The Beatles konon diilhami oleh banyak hal. Stuart Sutcliffe (salah seorang anggota The Beatles di masa-masa awal) mencatat bahwa nama The Beatles diambil dari nama sebuah gang motor dalam film The Wild One, The Beatles. Sementara John Lennon dikabarkan pernah bermimpi tentang seorang pria “dalam kue yang masih panas” yang berkata: “Kalian akan menjadi Beetles dengan satu huruf A”.

 

32. Hingga saat ini masih banyak orang yang percaya bahwa lagu dengan judul Lucy In The Sky With Diamonds melambangkan nama jenis drugs yang sering dikonsumsi oleh para personil The Beatles.

 

33. Meski The Beatles belum dikenal di Amerika hingga bulan Oktober 1963, namun Med Sullivan sudah melihat gejala Beatlemania secara sepintas pada perayaan Halloween tahun tersebut. Pesawat yang ditumpangi oleh The Beatles, Heathrow Airport London, harus menunda penerbangannya gara-gara kerumunan penggemar The Beatles yang berteriak-teriak menyambut kedatangan mereka.

 

34. Tanggal 17 Desember 1963, seorang disk jockey radio WWDC di Washington DC menjadi orang pertama yang memutar lagu The Beatles di Amerika. James Carol, demikian nama DJ tersebut.

 

35. Meski Aunt Mimi (Bibi John lennon) adalah orang yang pertama membelikan gitar sebagai hadiah ultah John, namun bibinya itu sama sekali tidak mendukung niat John untuk berkarier di dunia musik, bahkan mengatakan, “Main gitar itu bagus, kalau untuk sekedar hobi, tapi jangan harap kau bisa dapat uang dari bermain gitar.” Beberapa tahun kemudian setelah The Beatles sukses, John memberikan hadiah berupa plakat perak dengan tulisan yang mengutip ucapan tadi, kepada Aunt Mimi.

 

36. Martha pada lagu Martha My Dear adalah nama anjing kesayangan milik Paul McCartney.

 

37. Solo gitar pada lagu While My Guitar Gently Weeps adalah Eric Clapton.

 

38. Yang menirukan suara babi pada lagu Piggies adalah John Lennon.

 

39. John Lennon pernah mengembalikan gelar Sir yang sempat disandangkan olehnya dari Ratu Inggris, karena kala itu Inggris membantu dalam hal peperangan.

 

40. Empat judul lagu The Beatles yang ada pada lirik lagu Glass Onion:

• Laddy Madonna

• The Fool On The Hill

• Fixing A Hole

• Glass Onion

 

41. Masih ada lagu-lagu Beatles yang belum pernah dirilis – misalnya Carnival of Light (yang tercatat pada 5 Januari 1967 untuk The Million Volt Light and Sound Rave) dan jam 27-menit dari Helter Skelter. Sebuah komposisi John Lennon Grow Old With Me juga masih belum dirilis. 

 

42. Lennon dan Paul McCartney pernah menjadi vokal latar Rolling Stones tahun 1967 untuk single We Love You. 

 

43. Selain menulis ratusan lagu untuk The Beatles, Lennon dan McCartney juga menulis puluhan lagu untuk artis lain seperti From A Window (Billy J. Kramer dengan The Dakota), One and One is Two(The Strangers dengan Mike Shannon), Step Inside Cinta dan It’s For You (Cilla Black), Come dan Get It (Badfinger) dan Woman (Petrus dan Gordon). 

 

44. Album ketiga A Hard Day’s Night adalah satu-satunya yang hanya berisi komposisi Lennon-McCartney. 

 

45. Nama depan McCartney bukan Paul, tapi James. Lennon mengganti nama tengah dari Winston menjadi Ono setelah menikah dengan Yoko Ono pada tahun 1969. 

 

46. Pada akhir lagu Strawberry Fields Forever, Lennon seperti bergumam “Aku mengubur Paul”, yang memperparah rumor “Paul is Dead’. sebenarnya dia mengatakan “saus cranberry/cranberry sauce”. 

 

47. Satu-satunya lagu Beatles yang featuring musisi lain adalah Get Back / Don ‘t Let Me Down (The Beatles dengan Billy Preston). Preston, direkrut oleh George Harrison untuk memainkan Hammond organ di kedua lagu tersebut. 

 

48. Dua hari setelah Sgt Pepper’s Lonely Hearts Club Band dirilis, Jimi Hendrix membuka konsernya di London’s Saville Teater dengan judul lagu tersebut, McCartney menganggap nya sebagai “Biggest Single Tribute”. 

 

49. Versi terakhir Strawberry Fields Forever diciptakan menggabungkan dua kunci yang berbeda dan kecepatan – prestasi yang luar biasa mengingat peralatan dan teknologi dari waktu – tapi masih gagal untuk memenuhi keinginan Lennon. 

 

50. Satu-satunya lagu Beatles untuk dikreditkan ke Lennon dan Harrison adalah instrumental awal disebut Cry for Shadow tercatat pada tahun 1961 ketika band ini mendukung Tony Sheridan. Fly dan Dig It adalah satu-satunya dua lagu untuk dikreditkan ke empat Beatles. 

 

51. BBC mearang beberapa lagu Beatles – I Am the Walrus (untuk penggunaan kata ‘Knickers’) dan Fixing a Hole, Lucy in the Sky with Diamonds dan A Day in the Life(semua atas tuduhan referensi obat). 

 

52. Working title untuk film Help! adalah Eight Arms to Hold You. 

 

53. Untuk sampul album Sgt Pepper, gambar dari Adolf Hitler, Mahatma Gandhi, dan Yesus Kristus adalah permintaan Lennon, namun pada akhirnya tidak digunakan, walaupun guntingan Hitler tetap digunakan. 

 

54. Ringo Starr adalah orang pertama yang benar-benar meninggalkan kelompok, keluar pada tahun 1968 selama sesi sengit White Album. Akibatnya, sisa Beatles semua bergantian pada drum untuk beberapa track. Ketika Starr akhirnya kembali dia menemukan drum bertabur bunga. 

 

55. reuni The Beatles yang paling dekat adalah pada pernikahan Eric Clapton dengan Patti Boyd pada tahun 1979, di mana McCartney, Harrison dan Starr bermain. sedangkan Lennon tidak hadir. 

 

56. Kali terakhir Lennon dan McCartney bermain bersama-sama adalah di Los Angeles Hit Factody Studio di tahun 1974. 

 

57. Lennon dan McCartney masing-masing pernah mengeluarkan demo dengan judul India yang tetap yang belum pernah dirilis. 

 

58. Lagu pertama yang pernah ditulis oleh Lennon bernama Hello Little Girl. sedangkan McCartney pertama adalah I Lost My Little Girl. 

 

59. Lennon dituduh plagiarisme oleh Chuck Berry’s atas lagu Come Together yang menyerupai lagu tahun 1956 milik Berry dengan judul You Can’t Catch Me. Kasus itu diselesaikan di luar pengadilan. 

 

60. Lennon nomor 9 koneksi: Lennon lahir pada tanggal 9 Oktober 1940, putranya Sean juga lahir 9 Oktober, 1975. Dia menulis lagu # 9 Dream (bagian dari album kesembilan Lennon, Wall and Bridges yang telah dirilis pada bulan kesembilan tahun 1974 dan mencapai puncaknya di nomor 9 di chart AS) dan dengan The Beatles – One After 909 dan Revolution 9. Dia tinggal di apartemen nomor 72 di 72 Street di New York dan terbunuh di malam hari tanggal 8 Desember yang berarti sama dengan tanggal 9 Desember di tempat kelahirannya di Liverpool

 

The Beatles pernah ke Jayapura

 

Itu dia. banyak kan? hehe. Source nya banyak soalnya,… hehe!

Semoga bermanfaat!

 

Source : http://riskyrock666.blogspot.com/2011/06/40-fakta-beatles.html

http://gabohong.blogspot.com/2011/09/20-fakta-beatles-yang-jarang-diketahui.html

http://anggaadi06.wordpress.com/2012/02/27/fakta-fakta-unik-tentang-the-beatles/Image

KISAH KETAKWAAN

Ada seorang pemuda yang bertakwa, tetapi dia sangat lugu. Suatu kali dia belajar pada seorang syaikh. Setelah lama menuntut ilmu, sang syaikh menasihati dia dan teman – temannya : “Kalian tidak boleh menjadi beban orang lain. Sesungguhnya, seorang alim yang menadahkan tangannya kepada orang-orang berharta, tak ada kebaikan dalam dirinya. Pergilah kalian semua dan bekerjalah dengan pekerjaan ayah kalian masing- masing. Sertakanlah selalu ketakwaan kepada Allah dalam menjalankan pekerjaan tersebut.”

Maka pergilah pemuda tadi menemui ibunya seraya ber-tanya: “Ibu, apakah pekerjaan yang dulu dikerjakan ayahku?” Sambil bergetar ibunya menjawab: “Ayahmu sudah meninggal. Apa urusanmu dengan pekerjaan ayah-mu?” Si pemuda ini terus memaksa agar diberitahu, tetapi si ibu selalu mengelak. Namun akhirnya si ibu terpaksa angkat bicara juga, dengan nada jengkel dia berkata: “Ayahmu itu dulu seorang pencuri?”!

Pemuda itu berkata: “Guruku memerintahkan kami -murid-muridnya- untuk bekerja seperti pekerjaan ayahnya dan dengan ketakwaan kepada Allah dalam menjalankan pekerjaan tersebut.”

Ibunya menyela: “Hai, apakah dalam pekerjaan mencuri itu ada ketakwaan?” Kemudian anaknya yang begitu polos menjawab: “Ya, begitu kata guruku.” Lalu dia pergi bertanya kepada orang-orang dan belajar bagaimana para pencuri itu melakukan aksinya. Sekarang dia mengetahui teknik mencuri. Inilah saatnya beraksi. Dia menyiapkan alat-alat mencuri, kemudian shalat Isya’ dan menunggu sampai semua orang tidur. Sekarang dia keluar rumah untuk menjalankan profesi ayahnya, seperti perintah sang guru (syaikh). Dimulailah dengan rumah tetangganya. Saat hendak masuk ke dalam rumah dia ingat pesan syaikhnya agar selalu bertakwa. Padahal mengganggu tetangga tidaklah termasuk takwa. Akhirnya, rumah tetangga itu ditingalkannya. Ia lalu melewati rumah lain, dia berbisik pada dirinya: “Ini rumah anak yatim, dan Allah memperi-ngatkan agar kita tidak memakan harta anak yatim”. Dia terus berjalan dan akhirnya tiba di rumah seorang pedagang kaya yang tidak ada penjaganya.

Orang-orang sudah tahu bahwa pedagang ini memiliki harta yang melebihi kebutuhannya. “Ha, di sini”, gumamnya. Pemuda tadi memulai aksinya. Dia berusaha membuka pintu dengan kunci-kunci yang disiapkannya. Setelah berhasil masuk, rumah itu ternyata besar dan banyak kamarnya. Dia berke-liling di dalam rumah, sampai menemukan tempat penyim-panan harta. Dia membuka sebuah kotak, didapatinya emas, perak dan uang tunai dalam jumlah yang banyak. Dia tergoda untuk mengambilnya. Lalu dia berkata: “Eh, jangan, syaikhku berpesan agar aku selalu bertakwa. Barangkali pedagang ini belum mengeluarkan zakat hartanya. Kalau begitu, sebaiknya aku keluarkan zakatnya terlebih dahulu.”

Dia mengambil buku-buku catatan di situ dan menghidupkan lentera kecil yang dibawanya. Sambil membuka lembaran buku-buku itu dia menghitung. Dia memang pandai berhitung dan berpengalaman dalam pembukuan. Dia hitung semua harta yang ada dan memperkirakan berapa zakatnya. Kemudia dia pisahkan harta yang akan dizakatkan. Dia masih terus menghitung dan menghabis-kan waktu berjam-jam. Saat menoleh, dia lihat fajar telah menyingsing. Dia berbicara sendiri: “Ingat takwa kepada Allah! Kau harus melaksanakan shalat dulu!” Kemudian dia keluar menuju ruang tengah rumah, lalu berwudhu di bak air untuk selanjutnya melakukan shalat sunnah.

Tiba-tiba tuan rumah itu terbangun. Dilihatnya dengan penuh keheranan, ada lentera kecil yang menyala. Dia lihat pula kotak hartanya dalam keadaan terbuka dan ada orang sedang melakukan shalat. Isterinya bertanya: “Apa ini?” Dijawab suaminya: “Demi Allah, aku juga tidak tahu.” Lalu dia menghampiri pencuri itu: “Kurang ajar, siapa kau dan ada apa ini?” Si pencuri berkata: “Shalat dulu, baru bicara. Ayo pergilah berwudhu’ lalu shalat bersama. Tuan rumah-lah yang berhak jadi imam”.

Karena khawatir pencuri itu membawa senjata si tuan rumah menuruti kehendaknya. Tetapi -wallahu a’lam- bagaimana dia bisa shalat. Selesai shalat dia bertanya: “Sekarang, coba ceritakan, siapa kau dan apa urusanmu?” Dia menjawab: “Saya ini pencuri”. “Lalu apa yang kau per-buat dengan buku-buku catatanku itu?”, tanya tuan rumah lagi. Si pencuri menjawab: “Aku menghitung zakat yang belum kau keluarkan selama enam tahun. Sekarang aku sudah menghitungnya dan juga sudah aku pisahkan agar kau dapat memberikannya pada orang yang berhak”, Hampir saja tuan rumah itu dibuat gila karena terlalu ke-heranan. Lalu dia berkata: “Hai, ada apa denganmu sebe-narnya. Apa kau ini gila?” Mulailah si pencuri itu bercerita dari awal. Dan setelah tuan rumah itu mendengar ceritanya dan mengetahui ketepatan serta kepandaiannya dalam menghitung, juga kejujuran kata-katanya, juga mengetahui manfaat zakat, dia pergi menemui isterinya.

Mereka berdua dikaruniai seorang puteri. Setelah keduanya berbicara, tuan rumah itu kembali menemui si pencuri, kemudian berkata: “Bagaimana sekiranya kalau kau aku nikahkan dengan puteriku. Aku akan angkat engkau menjadi sekre-taris dan juru hitungku. Kau boleh tinggal bersama ibumu di rumah ini. Kau kujadikan mitra bisnisku.” Ia menjawab: “Aku setuju.” Di pagi hari itu pula sang tuan rumah memanggil para saksi untuk acara akad Nikah Puterinya.

Yusuf mansur network..